Sebagai SEO Editor, saya suka pusing saat menemukan susunan kalimat tidak pas dan kata tidak baku dimana-mana. Siapapun kamu yang saat ini menjadi content writer atau SEO writer, sebaiknya hindari kesalahan penulisan, seperti typo, tanda baca, konjungsi, dan masih banyak lagi.
Semakin baik tulisan yang kamu buat, semakin kamu disukai tidak hanya SEO Editor itu sendiri tetapi juga perusahaan yang merekrut. Performa tulisan yang dinilai dari kesesuaian artikel dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) menentukan apakah kamu layak untuk lanjut kontrak atau nggak.
Ada banyak tool menulis yang bisa digunakan, setidaknya ada beberapa tool esensial yang wajib dikuasai writer. Berikut daftarnya.
Tool Menulis untuk Para SEO/Content Writer
Mewakili fungsinya, saya bakal sebutkan satu per satu sesuai dengan manfaatnya, mulai dari cek typo, cek kata baku hingga cek sinonim agar kosakatamu semakin beragam. Nggak cuma itu, saya juga akan beri tutorial cara menggunakannya. Berikut daftar tool menulis yang bisa kamu gunakan:
1. KBBI Daring, Tool Cek Kata Baku
Kesalahan penggunaan kata baku harus dihindari, ya. Kalau masih ragu dengan penulisan kata tertentu, kamu nggak boleh malas cek kata baku di KBBI Daring (Online)!
KBBI Daring bisa kamu lakukan melalui aplikasi di ponsel atau website. Aksesnya gratis dan tidak ada batas harian. Jadi, kamu nggak perlu takut menulis seharian karena Pusat Bahasa sudah memberikan fasilitas yang jempol pakai banget.
Ini tampilan KBBI Daring di aplikasi HP dan website:

Cara menggunakan KBBI Daring sangat mudah, yaitu:
- Buka aplikasi KBBI Daring atau melalui website di https://kbbi.web.id/.
- Ketik kata yang mau kamu cek.
- Baca hasil dan cek pembenaran kata yang kamu masukkan.
⚠️ Tips
Pertama, kamu bisa cek lebih dari 1 kata web KBBI versi website. Kerjaan semakin mudah ‘kan? Contoh seperti di gambar.

Nggak cuma itu, lho. Kedua, kamu juga bisa belajar bagaimana penulisan kata baku yang benar di bagian bawah websitenya. Silakan scroll ke bawah dan kamu akan menemukan daftar kata baku dan versi tidak baku. Setelah klik, kamu akan mendapatkan pembahasannya. Ini saya kasih contoh:

Berikut hasil tampilan website setelah klik salah satu kata. Misalnya setelah klik kata “cabai/cabe”, hasil pencarian akan seperti ini:

2. Tesaurus, Website untuk Cari Sinonim Kata
Tesaurus menjadi salah satu tool untuk memperkaya kosakata writer. Jika kamu seringkali melakukan pengulangan kata, sebaiknya gunakan sinonim atau alternatif kata. Tesaurus bisa menjadi opsi terbaik selain menggunakan kata petunjuk.
Tesaurus untuk mencari sinonim dari kata bahasa Indonesia bisa melalui website https://tesaurus.kemdikbud.go.id/tematis/. Sementara itu, kata berbahasa Inggris bisa melalui https://www.thesaurus.com/.
Pada saat tulisan ini dibuat, website Tesaurus dari Kemdikbud sedang tidak bisa diakses. Jadi, sata beri tutorial cara cek sinonim kata versi website Thesaurus saja, ya.
Cara mencari sinonim kata di website Thesaurus adalah cukup ketik kata di search bar. Hasil pencarian akan menampilkan daftar sinonim kata secara otomatis. Berikut contohnya:

3. Doogle Doc, Cek Typo
Sebelum akhirnya submit tulisan ke SEO Editor atau perusahaan, pastikan tidak ada salah ketik (typo), ya. Selain tidak sesuai dengan penulisan, salah ketik juga bisa mengakibatkan pembaca salah fokus.
Salah ketik bisa menyebabkan pembaca meragukan tulisan karena menemukan kesalahan. Bagi suatu brand, ini tentu berakibat buruk karena menurunkan trust dari calon pelanggannya.
Kekhawatiran itu tidak akan terjadi apabila kamu meminimalisir kesalahan ketikan. Cara praktis yang bisa kamu pilih adalah cek typo di Google Doc saat menulis secara langsung. Google Doc akan secara otomatis memberikan tanda kesalahan ketik dengan garis bawah berwarna merah. Kamu tinggal klik rekomendasi kata yang muncul di kata yang salah seperti yang ada di gambar berikut.
